Tampilkan postingan dengan label Motivasi & Obat hati. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi & Obat hati. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Januari 2025

Allah memuliakan wanita

     Islam menjadikan wanita sholihah sebagai sebaik-baiknya perhiasan dunia. Dimana Allah SWT akan memuliakan wanita muslimah yang senantiasa menjaga lisan, iffah (kehormatan diri) dan adabnya dengan memberikan mereka pahala yang besar, meninggikan kedudukan & mengangkat derajatnya didunia dari ekploitasi fisik manusia dengan ketaatannya. Diantara cara Allah memuliakan wanita didalam syariat adalah :

Kesetaraan (equal) 

Ketika peradaban barat dan masyarakat jahiliyah merendahkan, mengekploitasi dan membunuhi wanita. Islam datang mengangkat harkat dan martabat wanita dari diskriminasi dan penindasan. 

Allah menegaskan bahwa laki-laki dan perempuan memiliki kedudukan yang sama dalam hal keimanan dan amal shalih. Standar kemuliaan mereka adalah ketaqwaannya.

"Barangsiapa yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka mereka akan masuk surga." (QS. An-Nisa: 124)

Melindungi Kehormatan & Martabat Wanita

Syariah mewajibkan hijab dan mengharamkan segala bentuk pelecehan serta fitnah yang merendahkan wanita agar kehormatan perempuan terjaga & terpelihara.

"Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, 'Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.'" (QS. Al-Ahzab: 59)

Menjaga lisan & tulisan

Kemudian Islam juga mengajak wanita untuk menjaga lisan mereka dari perkataan yang laghwun (sia-sia), ghibah (gosip) dan fitnah termasuk menjaga lisan & tulisannya diberbagai platform sosial media.

“Tidaklah seorang hamba berbicara dengan sesuatu yang diridhai Allah kecuali Allah akan mengangkat derajatnya...” (HR. Bukhari)

Begitu pula wanita yang menjaga kehormatannya (iffah) mereka dijanjikan surga. Sebagaimana Rasulullah saw menyampaikan kabar gembira ini :

“Barang siapa yang dapat menjamin (keselamatan) bagiku antara dua rahangnya (lisan) dan antara dua kakinya (kehormatannya), maka aku akan menjamin surga baginya.” (HR. Bukhari)

Dicintai Allah SWT

Diera sosial media ini seperti tiktok, instagram, facebook dll seorang muslimah  harus dapat menjaga iffah dan adabnya dari mengumbar diri dan mengikuti trend yang tidak syar'i dengan senantiasa mensucikan dirinya sebagaimana yang Allah SWT perintahkan kepadanya :

“Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang selalu bertobat dan mencintai orang-orang yang menyucikan diri” (QS. Al-Baqarah: 222)

Teladan Kebaikan

Diantara kemuliaan wanita yang menjaga lisan, tulisan dan perbuatan (adabnya) Allah akan menjadikannya sebagai contoh dalam kebaikan bagi keluarga dan masyarakatnya untuk mewujudkan generasi yang sholih & shalihah.

“Dan orang-orang yang beriman, baik laki-laki maupun perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar.” (QS. At-Taubah: 71)

Pahala Besar Menjaga Iffah

Wanita yang menjaga izzah (kemuliaan) dirinya dari perilaku yang tidak pantas akan mendapatkan pahala yang besar, sebagaimana Maryam disebut oleh Allah sebagai “wanita yang menjaga kesucian & kehormatannya”.

“Dan (ingatlah) Maryam binti Imran yang memelihara kehormatannya...” (QS. At-Tahrim: 12)

Memuliakan Peran Sebagai Ibu

Islam mengistimewakan wanita bahkan memberikan kedudukan tinggi bagi seorang ibu. Sebagai Nabi saw menjelaskan kewajiban berbakti seorang anak terhadap orangtuanya :

"Ibumu... ibumu... ibumu, kemudian ayahmu." (HR. Bukhari dan Muslim)

Perlindungan & jaminan

Dalam Pernikahan Syariah menetapkan mahar sebagai bentuk penghormatan terhadap wanita serta larangan paksaan dalam pernikahan dan jaminan pemenuhan hak nafkah lahir dan batin secara ma'ruf. Termasuk Hak atas Harta dan Warisan.

"Bagi laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ibu-bapak dan kerabatnya, dan bagi wanita ada hak bagian dari harta peninggalan ibu-bapak dan kerabatnya." (QS. An-Nisa: 7)

Keadilan & Ketenangan 

Selain mendapat keadilan yang setara dalam Syariat, termasuk hak memberi kesaksian, mengajar dan muamalah serta wajib mendapatkan hak perlindungan & bimbingan (al irsyad) dalam kehidupan keluarga dan lingkungan masyarakat.

Allah SWT juga memberikan ketentraman jiwa bagi wanita yang menjaga adab dan kehormatan dirinya sehingga ia akan merasakan ketenangan dan keberkahan dalam hidup, karena Allah menjanjikan kehidupan yang baik bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh.

“Barang siapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya Kami akan berikan kepadanya kehidupan yang baik.” (QS. An-Nahl: 97)

Hak Pendidikan

Dalam pakem tradisional wanita hanya ditempatkan pada kasur dan dapur. Tapi Islam mendorong setiap muslim termasuk wanita untuk menuntut ilmu Syar'i.

"Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim (laki-laki dan perempuan)." (HR. Ibnu Majah)

كن عالما أو متعلما أو مستمعا أو محبا ولا تكن خامسا فتهلك

Jadilah engkau orang yang berilmu, atau pencari ilmu atau pendengar ilmu atau pecinta ilmu janganlah engkau jadi yang kelima karena engkau akan mati (hatinya) [HR thabrani]

Walhasil, islam benar-benar telah memuliakan wanita. Nah selanjutnya tugas wanita muslimah ialah menghiasi hidupnya dengan ilmu dan senantiasa menjaga lisan, iffah, dan adabnya untuk mendapatkan cinta Rabbnya yang tanpa batas meraih kebaikan hidup didunia serta kebahagiaan yang abadi diakhirat kelak.

Rabu, 18 Desember 2024

Meraih pertolongan Allah dengan sabar & sholat

  "Ikhtiar ruang amal sedang tawakal ruang iman bukan untuk dibenturkan tapi harus disempurnakan"

 وَمَا جَعَلَهُ ٱللَّهُ إِلَّا بُشْرَىٰ لَكُمْ وَلِتَطْمَئِنَّ قُلُوبُكُم بِهِۦ ۗ وَمَا ٱلنَّصْرُ إِلَّا مِنْ عِندِ ٱللَّهِ ٱلْعَزِيزِ ٱلْحَكِيمِ

Dan tidaklah Allah menjadikan pertolongan itu melainkan sebagai khabar gembira bagimu agar tenteram hatimu karenanya. Dan kemenanganmu itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (Qs Ali Imran 3:126)

 Diantara jalan mencari pertolongan Allah atau isti'anah ialah melalui sabar dan shalat. Hal ini merupakan tanda hidupnya keimanan dihati. Kunci keberhasilannya adalah ketekunan, kesungguhan, dan keikhlasan dalam berjalan diatas Syariat-Nya. Namun hakikatnya kesadaran yang benarlah yang akan menjadikan sabar & sholat sebagai penolong. Dengan kesadaran yang benar seorang hamba akan memiliki keyakinan yang benar‚ memperoleh kekuatan batin, ketenangan jiwa dan pertolongan Allah yang maha luas karunia-Nya.

وَٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلَّا عَلَى ٱلْخَٰشِعِينَ

Dan mohonlah pertolongan dengan sabar dan shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu' (Qs Al Baqarah 2:45)

Ayat yang mulia ini mengajarkan kepada kita untuk isti'anah yakni mencari pertolongan Allah SWT melalui sabar‚ shalat & khusyu'. 

Syarat Mencari Pertolongan Allah

1. Sabar dalam Menerima cobaan dengan tenang dan tabah tanpa mengeluh atau marah serta senantiasa berbaik sangka kepada Allah. Disinilah pentingnya sabar dan sadar bahwasanya Allah SWT takkan meninggalkan Hamba-Nya yang selalu mendekatkan diri kepada Rabb-Nya yang maha Penolong dengan kesadaran bahwasanya hidup ini adalah ujian

ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلْمَوْتَ وَٱلْحَيَوٰةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْغَفُورُ

Allahlah yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun (Qs al Mulk 67:2) 

2. Shalat dengan sempurnanya syarat‚ rukun dan tartib sholat sesuai fiqih syar'i atau tuntunan Syariah. Namun sholat disini juga merupakan simbol ketaatan dimana kesadaran seorang hamba untuk terus mendekatkan diri (taqorrub) dalam ketaatan pada Syariat-Nya.

3. Khusyu' yaitu memfokuskan pikiran dan hati pada Allah SWT dalam beribadah kepada-Nya serta tuma'ninahnya hati yang menunjukkan kerendahan hati sekaligus upaya menghayati setiap bacaan dan gerakan sholat. Hal ini sangat penting bagi seorang Hamba untuk menyadari makna-maknanya. misalnya  lafadz takbir secara bahasa berarti Allah maha besar sehingga kita akan menyadari diatas yang kuasa ada yang maha kuasa dan dibalik keterbatasan kita ada Dzat yang maha tak terbatas Dialah yang menetapkan segala sesuatu.

Tapi bagaimana Allah mau menolong kita, jika kita selalu sibuk mengejar dunia..?

waktu, tenaga (effort), hati dan pikiran kita hanya tertuju untuk ambisi duniawi...

Cara Mencari Pertolongan Allah

من علامة النُجح في النهايات الرجوع الى الله في البدايات. من أشرقت بدايته أشرقت نهايته

Diantara tanda keberhasilan (keselamatan) diakhirat ialah kembalinya seorang hamba kepada Allah diawalnya (dunia). Siapa yang telah menerangi permulaannya niscaya bersinarlah akhirnya [Syarhu Al Hikam hal 25 Al Haromain]

1. Mengakui Keterbatasan diri : pentingnya bagi seorang hamba mengakui dan menyadari bahwa sepintar dan sekuat apapun kita tidak akan mampu menghadapi seluruh problem dan tantangan hidup sendirian. Sebab hakikatnya manusia lemah dan terbatas

2. Menyandarkan Hati : setelah mengoptimalkan berbagai ikhtiar selanjutnya ialah mengarahkan hati dan pikiran kepada Allah SWT sebagai sumber pertolongan.

3. Meningkatkan kualitas Shalat : terkadang bukan Allah yang tidak menolong kita tapi kitalah belum melayakkan diri untuk mendapatkan pertolongan-Nya. Untuk bisa shalat dengan khusyu' dan tuma'ninah maka seorang muslim wajib memahami fiqih sholat secara mendetail agar bisa memperhatikan dan menjaga syarat-syaratnya‚ rukun dan tartibnya.

4. Optimal Menggunakan waktu : Memanfaatkan waktu dengan optimal untuk berbagai ketaatan misalnya untuk mengaji‚ mengkaji‚ sholat berdzikir, berdoa dan berdakwah.

5. Menghindari Dosa: Menjauhkan diri dari perbuatan dosa dan maksiat yang dapat menghalangi pertolongan Allah.

Tathbiq 

1. Resapi makna-makna bacaan shalat serta satukan hati & pikiran saat memahami kandungan Maknanya

2. Setelah sholat dan berzikir maka bermunajatlah dengan penuh pengharapan serta Berdoalah dengan tulus lagi penuh kesungguhan.

3. Terkadang kita telah sholat dengan benar dan khusyu' namun Pertolongan Allah SWT belum juga kunjung datang. Ternyata kunci jawaban dari ujian kehidupan ini kita abaikan. Maka tadaburilah Al-Qur'an karena didalamnya tersimpan berbagai solusi kehidupan.

4. Membekali diri dengan ilmu Syar'i dan amal sholeh

5. Istiqomahlah dalam ketaatan dan menghadapi ujian & tantangan hidup

A. Memohon dengan Sabar

Sabar dalam Ketaatan: Tetap konsisten menjalankan perintah Allah meskipun menghadapi kesulitan.

Sabar Menjauhi Kemaksiatan: Menahan diri dari hal-hal yang dilarang, meskipun godaan terasa berat.

Sabar dalam Ujian dan Musibah: Bersikap tenang, tidak putus asa, serta terus berharap pada rahmat Allah saat menghadapi ujian hidup.

B. Memohon dengan Shalat

الصلاة معراج المؤمن إنها ليست بحديث، ولكنه ثبت أن الصلاة صلة بين العبد وربه

Shalat adalah sarana komunikasi langsung dengan Allah. Ketika melaksanakan shalat, seorang hamba mengungkapkan kebutuhan, keluh kesah, serta permohonan pertolongan.

Dalam shalat, hati dan pikiran ditenangkan, sehingga seseorang dapat mendekatkan diri kepada Allah dan mendapatkan kekuatan spiritual.

Memperbanyak shalat sunnah, seperti shalat tahajud, dhuha, atau istikharah, adalah cara lain untuk mencari bantuan Allah.

C. Meningkatkan Khusyu'

Khusyu' berarti tunduk, merendahkan diri, dan menghadirkan hati sepenuhnya kepada Allah dalam ibadah.

Untuk mencapai khusyu', seseorang harus menyadari kebesaran Allah, memperbaiki niat, dan menghindari gangguan selama beribadah. Menjaga kekhusyukan dengan memperbaiki dan menyempurnakan bacaan sholat serta menghayati setiap makna bacaan.

Khatimah

ٱتْلُ مَآ أُوحِىَ إِلَيْكَ مِنَ ٱلْكِتَٰبِ وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ ۖ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ تَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ ۗ وَلَذِكْرُ ٱللَّهِ أَكْبَرُ ۗ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُونَ

Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan (Qs al Ankabuut 29:45)

Islam menyadarkan kita bahwasanya hakikat hidup ini adalah ujian dan ketaatan. Keyakinan akan Pertolongan Allah lahir dari keimanan yang benar yang bersumber dari kesadaran yang benar (al idrak ash shodiq)

Allah SWT berfirman :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ

Hai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan dengan sabar dan shalat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar (QS Al-Baqarah 2 : 153)

Minggu, 08 Desember 2024

Keutamaan ilmu dalam islam


Islam merupakan agama ilmu. Oleh sebab itulah ilmu Syar'i memiliki kedudukan yang sangat penting sebagai petunjuk dan tuntunan kehidupan seorang muslim. karena ilmu merupakan pondasi bagi keimanan, ibadah dan amal shalih. Tanpa ilmu "nikmat" (نعمة) yang Allah berikan akan berubah menjadi "nigmat" (نقمة) yaitu bencana atau siksaan Allah SWT akibat kebodohan dan kelalaiannya. Diantara keberkahan & keutamaan ilmu ialah dipelajari berpahala, dipahami menjadi petunjuk, diamalkan menjadi ibadah dan didakwahkan akan menjadi aset amal jariyah yang pahalanya terus mengalir. Namun yang harus kita sadari bahwa Ilmu semata takkan membuat seseorang beriman kepada Allah dan risalah islam sebagaimana orientalis jika tidak dilandasi oleh kebersihan hati, kejernihan pikiran dan tujuan yang benar. Begitu pula kebersihan hati, kejernihan pikiran dan tujuan yang benar takkan membawa seseorang pada ketaqwaan bila tanpa ilmu yang diimani dan amalkan.

" Kemalasan akan melahirkan kebodohan yang menjelma menjadi kebenaran bila tidak tervalidasi oleh literasi yang otoritatif "

Kunci Keimanan yang Benar

Memiliki Iman yang benar lagi kokoh tidak dapat tegak tanpa ilmu. Allah berfirman:

“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Allah...”(QS. Muhammad: 19)

Ayat ini menunjukkan bahwa ilmu mendahului pernyataan keimanan (la ilaha illallah). Tanpa ilmu, seseorang bisa terjerumus dalam kesalahan dalam memahami tauhid.

Syarat Diterima amal

Agar ibadah dan amal shalih diterima, ia harus dilakukan sesuai dengan tuntunan syariat. Nabi Muhammad ﷺ bersabda:

“Barang siapa mengerjakan suatu amal yang tidak ada dasarnya dari kami, maka amal itu tertolak.”(HR. Muslim)

Tanpa ilmu, seseorang bisa melakukan ibadah yang sia-sia atau bahkan keliru sesat Dan menyesatkan.

Sedangkan orang Berilmu akan ditinggikan Derajatnya. Allah memberikan kedudukan istimewa kepada orang-orang berilmu:

Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadilah: 11)

Ini menunjukkan bahwa ilmu adalah jalan untuk meraih kemuliaan di sisi Allah.

Warisan Para Nabi

Nabi Muhammad ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya para nabi tidak mewariskan dinar atau dirham, tetapi mereka hanya mewariskan ilmu. Maka barang siapa mengambilnya, ia telah mengambil bagian yang banyak.” (HR. Abu Dawud)

Dengan mempelajari ilmu, seorang Muslim mengambil bagian dari warisan para nabi, yang merupakan jalan menuju petunjuk dan kebahagiaan dunia-akhirat.

Jalan Menuju Surga

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga.”(HR. Muslim)

Hal ini menunjukkan bahwa mencari ilmu adalah ibadah yang mendekatkan seseorang kepada Allah.

Keutamaan Orang Berilmu dibanding Ahli Ibadah

Nabi Muhammad ﷺ bersabda:

 “Keutamaan orang yang berilmu atas ahli ibadah seperti keutamaan bulan atas semua bintang.”(HR. Abu Dawud, Tirmidzi)

Ini menunjukkan bahwa ilmu memberikan cahaya dan manfaat yang lebih luas daripada sekadar beribadah tanpa ilmu. Sebab beramal diluar tuntunan Syariah akan sia-sia.

Iman & Amal Harus Berdasarkan Ilmu

" Manusia yang hidup dibawah bimbingan nafsu dan bisikan syaithan akan malas memperdalam ulumul Syar'i "

Dengan demikian iman tanpa ilmu bisa berujung pada keyakinan yang keliru, sementara amal tanpa ilmu bisa menyebabkan bid'ah atau perbuatan yang tidak sesuai dengan syariat. Oleh karena itu, hendaknya seorang Muslim senantiasa menuntut ilmu agar iman dan amalnya benar diterima Allah SWT serta mencari ulama (guru) yang "Pandai" mengamalkan ilmunya karena engkau akan menemukan keteladan yang mulia padanya.

Cahaya ilmu adalah tentaranya hati sebagaimana gelapnya kebodohan merupakan tentaranya nafsu. Apabila Allah  hendak menolong hamba-Nya Dia akan membentangkan cahaya-cahaya ilmu serta memutus merebak gelapnya kebodohan dan alaghyar (kepalsuan) darinya [Syarhu alhikam hal 45 AlHaromain]

Senin, 25 November 2024

Bukti kebenaran islam sepanjang zaman

    Melangkah dalam ketaatan dimulai dari menemukan kebenaran islam yang sesungguhnya serta membuktikan kesempurnaannya baik secara ilmiah maupun rasional yang sesuai fitrah manusia dan relevan sepanjang zaman.

I. KEBENARAN ISLAM secara ILMIAH

Islam telah menunjukkan kebenarannya melalui wahyu Al-Qur'an yang selaras dengan ilmu pengetahuan modern, meski Al-Qur'an diturunkan pada abad ke-7 diantaranya :

1. Penciptaan Alam Semesta 

 "Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah sesuatu yang padu, kemudian Kami pisahkan keduanya..." (QS Al-Anbiya: 30)

Ayat ini sesuai dengan teori Big Bang, yang menyatakan bahwa alam semesta bermula dari satu massa tunggal singularitas yang meledak dan terus mengembang.

2. Ekspansi Alam Semesta

"Dan langit itu Kami bangun dengan kekuasaan (Kami), dan sesungguhnya Kami benar-benar meluaskannya." (QS Adz-Dzariyat: 47)

Edwin Hubble (1929) membuktikan bahwa alam semesta terus mengembang, sesuai dengan ayat ini.

3. Siklus Air

 "Dan Kami turunkan dari langit air yang diberkahi, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu pepohonan dan biji-bijian yang dapat dipanen." (QS Qaf: 9)

"Allah menurunkan air dari langit, lalu dengan itu Dia menghidupkan bumi setelah matinya. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang mendengar." (QS An-Nahl: 65)

Ayat ini menggambarkan siklus air secara rinci—evaporasi, kondensasi, dan presipitasi—yang baru dipahami oleh manusia dengan teknologi modern.

4. Tahapan Penciptaan Janin

"Kemudian Kami menjadikan air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh. Lalu, air mani itu Kami jadikan sesuatu yang melekat, lalu sesuatu yang melekat itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging..." (QS Al-Mu'minun: 13-14)

Deskripsi ini sesuai dengan tahapan embriologi modern yang ditemukan oleh Dr. Keith Moore, seorang ahli embriologi, yang menyebut ini sebagai fakta ilmiah yang luar biasa.

5. Gravitasi dan Orbit Planet

"Dan Dia menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar menurut waktu yang ditentukan..." (QS Ar-Rahman: 5)

"Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya, dan Dia meletakkan gunung-gunung di bumi..." (QS Luqman: 10)

Ayat ini menggambarkan hukum gravitasi yang menjaga benda langit tetap dalam orbitnya, serta fungsi gunung sebagai penstabil lempeng bumi.

II. KEBENARAN ISLAM secara RASIONAL

Islam didasarkan pada logika yang dapat diterima akal manusia:

1. Konsep Ketuhanan yang Logis

Dalil: "Katakanlah (Muhammad), 'Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah tempat meminta segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan tidak ada sesuatu yang setara dengan-Nya.'" (QS Al-Ikhlas: 1-4)

Tauhid (keimanan kepada Allah yang Maha Esa) adalah konsep Tuhan yang sederhana, tidak membutuhkan sekutu atau perantara, dan sejalan dengan logika bahwa Tuhan yang sempurna tidak membutuhkan apapun.

2. Hukum Kausalitas

Dalil: "Ataukah mereka tercipta tanpa asal usul ataukah mereka menciptakan (diri mereka sendiri) ?" (QS At-Tur: 35)

Segala sesuatu memerlukan penyebab. Alam semesta tidak mungkin tercipta sendiri tanpa Sang Pencipta. Keberadaan Allah adalah jawaban logis atas hukum sebab-akibat ini.

3. Keseimbangan Dunia dan Akhirat

Dalil: "Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, tetapi janganlah kamu melupakan bagianmu di dunia." (QS Al-Qashash: 77).

Islam tidak hanya berfokus pada aspek spiritual (akhirat), tetapi juga mengatur kesejahteraan dunia, menciptakan keseimbangan yang masuk akal.

III. KESUAIAN ISLAM dengan FITRAH MANUSIA

Islam dirancang untuk memenuhi kebutuhan mendasar manusia, baik kebutuhan materi (fisik) maupun non materi (spiritual) :

1. Pencarian Makna Hidup

Islam menuntun manusia untuk menemukan jati dirinya. sebab manusia secara alami membutuhkan tujuan hidup. Islam memberikan makna yang jelas: mengenal Allah, beribadah kepada-Nya, dan mencapai kebahagiaan yang abadi.

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku." (QS Adz-Dzariyat: 56)

2. Akhlak dan Moral

Dalil: "Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya." (QS At-Tin: 4)

"Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu." (QS Al-Ahzab: 21)

Islam mengajarkan akhlak mulia (kejujuran, kasih sayang, keadilan), yang sejalan dengan naluri manusia untuk hidup bermartabat.

3. Keseimbangan Hak dan Kewajiban

Dalil: "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal." (QS Al-Hujurat: 13)

Penjelasan:

Islam mengajarkan kesetaraan gender dan menghormati keberagaman, yang memenuhi kebutuhan manusia akan keadilan dan harmoni sosial.

IV. RELEVANSI ISLAM Sepanjang ZAMAN

Islam fleksibel, aplikatif, dan tetap relevan di setiap era:

1. Prinsip-Prinsip Dasar yang Universal

Nilai seperti keadilan, kasih sayang, dan kejujuran tidak lekang oleh waktu. Contohnya adalah larangan riba, yang relevan untuk menghindari ketimpangan ekonomi modern.

2. Fleksibilitas Hukum Islam

Dalil: "Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesulitan bagimu." (QS Al-Baqarah: 185)

Penjelasan:

Prinsip ijtihad memungkinkan hukum Islam berkembang sesuai konteks zaman tanpa meninggalkan nilai dasarnya.

3. Kontribusi pada Ilmu Pengetahuan

Pada masa keemasan Islam, ilmuwan Muslim seperti Ibnu Sina, Al-Khawarizmi, dan Al-Biruni memberikan kontribusi besar yang membuktikan bahwa Islam mendorong kemajuan ilmu pengetahuan.

KESIMPULAN

Kebenaran dan kesempurnaan Islam terbukti melalui:

1. Dalil ilmiah: Fakta-fakta Al-Qur'an yang sesuai dengan sains modern.

2. Rasionalitas: Tauhid dan hukum Islam masuk akal dan logis.

3. Kesesuaian dengan fitrah manusia: Islam memenuhi kebutuhan spiritual, sosial, dan moral manusia.

4. Relevansi sepanjang zaman: Prinsip-prinsip Islam tetap relevan menghadapi tantangan zaman modern.

Islam adalah agama universal dan sempurna yang dirancang untuk memberi rahmat bagi seluruh umat manusia.

وَلِلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ وَلَقَدْ وَصَّيْنَا ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ مِن قَبْلِكُمْ وَإِيَّاكُمْ أَنِ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ وَإِن تَكْفُرُوا۟ فَإِنَّ لِلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ غَنِيًّا حَمِيدًا

Dan milik Allah-lah apa yang di langit dan yang di bumi, dan sungguh Kami telah memerintahkan kepada orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan (juga) kepadamu; bertakwalah kepada Allah. Tetapi jika kamu ingkar maka (ketahuilah), sesungguhnya kepunyaan Allah-lah apa  yang ada dilangit dan apa yang dibumi dan Allah itu Maha Kaya lagi Maha Terpuji (Qs an Nisa 4:131)

Sabtu, 23 November 2024

Renungan bagi jiwa yang rapuh

   Wahai jiwa yang mencari petunjuk, renungilah dengan hati yang jernih dan akal yang tajam, betapa rapuhnya manusia yang melepaskan diri dari cahaya (petunjuk) ilahi. Dengarkanlah seruan ini, agar kau tak tergelincir dalam kegelapan yang melahap jiwa dan menghancurkan diri... 

Lepas dari Al-Qur'an

Al-Qur’an merupakan pelita dalam kegelapan, lentera yang tak pernah padam, dan tali Allah yang kokoh. Namun, apa jadinya jika manusia memutuskan diri darinya..?

Bagaikan musafir dipadang pasir tanpa kompas, engkau akan menjadi mangsa buasnya nafsu dan liciknya tipu daya syaitan. Ayat-ayat yang dahulu memberi kehidupan kini berubah menjadi gema kosong yang terlupakan. lalu "terhanyut" dalam kekeliruan, tipu daya syaitan. Mereka menjual janji palsu, membungkus kebatilan dalam selimut kebenaran, dan membiarkanmu terseret ke jurang kehancuran tanpa kau sadari... 

Tanpa Wahyu, engkau kehilangan pengetahuan tentang siapa dirimu, mengapa engkau diciptakan, dan ke mana engkau akan kembali. Tidakkah engkau takut menjadi boneka tanpa jiwa,..? yang berjalan menuju kehancuran dengan mata yang tertutup...

disaat dirimu terlepas dari petunjuk Al-Qur'an maka engkau akan menjadi Korban Tipu daya Syaithan serta ambisi nafsumu...

Lepas dari As-Sunnah 

As-Sunnah adalah peta hidup terbaik dari sang Nabi ﷺ yang begitu mencintaimu bahkan lebih dari dirimu sendiri. Namun, saat engkau meninggalkannya, dunia akan menawarimu ribuan jalan yang tampak indah, tetapi penuh dengan duri dan kepalsuan.

Engkau akan dihimpit berbagai fitnah harta yang membutakan, fitnah kekuasaan yang melalaikan, dan fitnah syahwat yang menjauhkanmu dari kebenaran & ampunan-Nya. Dalam ketiadaan Sunnah, engkau akan dipermainkan oleh hawa nafsu yang melampaui batas, lalu kehilangan pijakan di atas jalan yang lurus. Bukankah Rasulullah telah bersabda, “Sesungguhnya aku tinggalkan kepada kalian dua perkara, kalian tidak akan tersesat selama berpegang kepada keduanya: Kitabullah dan Sunnahku”

Maka saat dirimu terlepas dari tuntunan Nabi saw niscaya engkau akan Terfitnah jeratan hawa nafsu dan fatamorgana yang fana... 

Lepas dari Syariat

Syariat adalah benteng kehidupan islami, perlindungan dari kekacauan duniawi dan kehancuran ukhrawi. Namun, jika meninggalkannya, engkau seperti rumah yang runtuh tanpa fondasi. Tiada lagi batasan antara halal dan haram, kebaikan dan keburukan. semuanya menjadi abu-abu, dan suara kebenaran ditenggelamkan oleh kebengisan hawa nafsu serta keserakahan ambisi duniawi.... 

Mereka yang lepas dari syariat laksana kapal tanpa nahkoda, terombang-ambing di lautan kehancuran. Dunia tanpa syariat akan berjalan tanpa arah; masyarakat kehilangan moralitas, kejahatan merajalela dan jiwa kehilangan ketenangan batin. Apa jadinya jika manusia menjadi hakim bagi dirinya sendiri...?

Maka Kezhaliman akan berkuasa, dan cinta kepada Allah serta Rasul-Nya hanyalah ilusi. lalu engkau akan tenggelam diLembah Kebinasaan...

khatimah

Yaa ibadurrohman, jangan pernah jauhi Al-Qur’an, As-Sunnah, dan Syariat. Mereka adalah cahaya diatas cahaya, sumber dari segala kebenaran, kebaikan, hikmah, ketenangan & kebahagiaan. Jangan biarkan dirimu tergelincir ke dalam perangkap syaitan yang menghancurkanmu. Kembalilah kepada Allah, agar jiwamu damai, akalmu terbimbing dan hidupmu menjadi terarah...

Jumat, 22 November 2024

Ada hidup Setelah Mati...

      Sebuah Renungan untuk Jiwa yang lalai

Hidup didunia ini laksana seorang musafir yang menyiapkan perbekalan perjalanan akhirat. Dunia ini hanyalah tempat persinggahan bukan akhir dari perjalanan kehidupan yang abadi. Karena Allah SWT berfirman :

"setiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah disempurnakan balasanmu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke surga, sungguh, dia memperoleh kemenangan. Kehidupan dunia hanyalah kesenangan yang memperdaya."(QS. Ali Imran: 185)

Meskipun tahu Seringkali kita terlena, sibuk mengejar dunia—harta, jabatan, kesenangan. maka, sudahkah kita mempersiapkan bekal untuk perjalanan panjang menuju negeri akhirat ? Ingatlah, setiap perbuatan kita, sekecil apa pun, akan dihisab. Allah SWT berfirman:

"Barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula."(QS. Az-Zalzalah: 7-8)

Setiap tetesan keringat yang dikeluarkan untuk kebaikan, setiap kesabaran yang tertahan, bahkan setiap luka batin yang tak tergores, semuanya akan tercatat sebagaimana dosa-dosa kita pun tak luput dari catatan-Nya. Tidak ada tempat untuk bersembunyi dari pengadilan-Nya kelak. Allah berfirman:

"Pada hari itu manusia diberitahu apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya."(QS. Al-Qiyamah: 13)

Bayangkan ketika kita berdiri dihadapan Allah yang maha melihat setiap perbuatan kita....?

Disaat semua nikmat-Nya yang sering kita abaikan diperlihatkan. Apa yang akan kita katakan ? Apa alasan kita ketika catatan amal ditunjukkan, dan kita menyadari bahwa dunia ini telah melalaikan kita dari persiapan untuk akhirat ?

Rasulullah ﷺ mengingatkan kita:

"Orang yang paling cerdas adalah orang yang banyak mengingat mati dan mempersiapkan bekal untuk setelahnya. Itulah orang yang benar-benar cerdas."(HR. Ibnu Majah)                    

Maka, jadikanlah hidup ini ladang amal. Tiap langkah, tiap ucapan, dan tiap perbuatan haruslah bernilai akhirat. Jangan biarkan kita menyesal saat semuanya telah  terlambat. disaat setiap tarikan nafas menuntut haknya ?

bagaimana bila setiap detak jantung menuntut balasannya atas semua kelalaian hidup kita....?

لا يُشككنّك في الوعد عدمُ وقوع الموعود و إن تعيّنَ زمنه لِئلا يكون ذلك قدحا في بصيرتك و اخمادا لنور سريرتك

Jangan pernah engkau meragukan janji Allah yang belum terwujud meski waktunya telah ditentukan agat itu tidak menjadikan pandangan batinmu tercemari (rusak) dan memadamkan cahaya keimanan dihatimu [Syarhu Alhikam hal 9 AlHaromain]

setiap hari Kita bekerja, berusaha dan berjuang mati-matian demi mengejar dunia yang tak dibawa mati. Namun, mari kita renungkan sejenak‚ benarkah semua yang kita kejar ini benar-benar akan menemani kita saat menghadap-Nya nanti..?

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah tipu daya (permainan), senda gurau, perhiasan, saling berbangga di antara kamu dan saling berlomba dalam kekayaan dan anak-anak. Seperti hujan yang tanaman-tanamannya mengagumkan orang-orang kafir, kemudian menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning, kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat ada azab yang keras dan ampunan serta rahmat dari Allah. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kenikmatan yang menipu." (Qs Al hadid : 20)

Sungguh, segala yang kita kejar di dunia ini adalah fana. Harta, jabatan, kesenangan duniawi—semua itu akan terhenti saat kita menghembuskan nafas terakhir. Apa yang kita bawa pergi ? Hanya amal perbuatan kita yang akan menemani kita dalam perjalanan panjang menuju kehidupan abadi yang sesungguhnya, kehidupan setelah mati...

Tak ada yang lebih berharga didunia ini selain iman dan amal shalih yang kita tanamkan dalam kehidupan ini. Dunia tempat kita mencari rezeki dan berusaha untuk mendapat ridha Allah serta meraih kebahagiaan abadi di akhirat. Jangan sampai kita tersilaukan‚ lupa‚ lalai dan terperdaya oleh gemerlap dunia yang fana ini...

Cobalah sejenak berhenti dan renungkan, apakah tujuan hidup kita hanya untuk mengumpulkan harta dan status sosial ? Apakah kita rela mengorbankan waktu dan tenaga hanya untuk sebuah kesenangan dunia yang hanya sementara ? Inilah saatnya kita merenung dan mengevaluasi kembali apa yang benar-benar penting dalam hidup ini...

Setiap nikmat yang menjadi taat itulah Berkah

tapi nikmat yang melalaikan itu istidroj (azab yang ditunda) yang menjadi Nigmah (siksaan) diakhirat

Sebaiknya, kita mati-matian berusaha untuk meraih akhirat, untuk memperbaiki diri, untuk memperbanyak amal kebaikan. Setiap amal yang kita lakukan dengan ikhlas karena Allah akan memberikan kita kebahagiaan yang tiada tara di kehidupan yang kekal. Sesungguhnya dunia ini hanyalah ladang tempat kita menanam benih-benih amal yang akan kita tuai kelak di akhirat.

Rasulullah SAW bersabda:

"Jika seorang anak Adam meninggal, maka terputuslah segala amalnya, kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakannya." (HR. Muslim)

Saudaraku, Jangan biarkan dunia ini menguasai hidup kita. Jangan biarkan kebahagiaan duniawi yang sementara menutupi kebahagiaan kita yang abadi di akhirat kelak. Kejarlah sesuatu yang tidak akan pernah mati : amal soleh yang menjadi bekal akhirat & akan menemani kita di alam barzakh nanti. Jangan sia-siakan waktu kita yang sangat singkat ini karena Dunia ini sementara akhirat selamanya...

keadilan dan kebijaksanaan islam

    Ketika hukum berjalan sesuai pesanan dan kepentingan maka kebenaran akan tenggelam oleh kepentingan dan keuntungan bahkan keadilanpun akan terkubur dalam rekayasa dan kemunafikan.

Didalam islam Bersikap adil dan bijaksana adalah perintah Allah yang tidak hanya menjaga keutuhan hubungan sosial, tetapi juga meningkatkan kualitas iman dan amal seseorang. Sikap ini memiliki manfaat besar dalam kehidupan sehari-hari dan memberikan dampak positif, baik secara individual maupun kolektif, yang pada akhirnya mendatangkan keridhaan Allah. Bersikap adil bukan hanya berlaku bagi setiap muslim tapi bagi semua manusia terlebih lagi bagi para penegak hukum.

" Kebenaran harus berdiri diatas keadilan "

Karena hancurnya negara ini disaat penegak hukum melanggar hukum bahkan menjadi mafia hukum itu sendiri. Padahal dalam islam sesungguhnya hakikat ilmu adalah untuk diamalkan sedangkan hakikatnya amal ialah untuk mencari ridho Allah jalla wa 'ala.

Sebenarnya Allah SWT bisa melakukan apapun yang Ia kehendaki.Namun prinsip utama yang diperintahkan Allah untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalil-dalil yang menegaskan pentingnya sifat ini antara lain:

"Sesungguhnya Allah menyuruh kamu untuk menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat." (QS. An-Nisa: 58)

"Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum membuatmu tidak berlaku adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa." (QS. Al-Maidah: 8)

Rasulullah SAW bersabda: "Orang-orang yang berlaku adil di sisi Allah berada di atas mimbar-mimbar dari cahaya di sebelah kanan Ar-Rahman (Allah SWT). Mereka adalah orang-orang yang adil dalam hukum mereka, keluarga mereka, dan dalam apa saja yang diamanahkan kepada mereka." (HR. Muslim)

Manfaat bersikap adil dan bijaksana

Bersikap adil dan bijaksana memberikan manfaat baik secara individu maupun sosial:

Menciptakan kedamaian dan harmoni: Ketika keadilan diterapkan, konflik dan perselisihan dapat diminimalkan. sehingga Keharmonisan dalam Hubungan Sosial akan terbentuk dari Sikap adil menciptakan rasa kepercayaan, keharmonisan, dan kerukunan dalam masyarakat.

Meningkatkan rasa saling percaya: Orang yang adil dipercaya oleh orang lain, baik dalam urusan kecil maupun besar.

Menghindari perselisihan: Keadilan mencegah terjadinya ketidakadilan yang dapat merugikan pihak tertentu.

Mendapatkan pahala dari Allah: Allah menjanjikan ganjaran besar bagi orang-orang yang berlaku adil.

Keutamaan bersikap adil dan bijaksana

Mendekatkan diri kepada Allah SWT

Keadilan adalah salah satu sifat Allah (Al-‘Adl). Dengan mencontoh sifat ini, seorang muslim berusaha lebih dekat dengan Allah. Adil adalah bagian dari ketakwaan, dan Allah mencintai orang-orang yang bertakwa

Menjadi pemimpin yang diridhai Allah

Pemimpin yang adil dijanjikan kedudukan mulia di sisi Allah, seperti dalam hadis yang menyebutkan pemimpin adil sebagai salah satu dari tujuh golongan yang akan mendapat naungan Allah pada hari kiamat. keadilan pemimpin akan menumbuhkan Rasa Aman dan kesejahteraan:

Ketika pemimpin dan individu berlaku adil, masyarakat merasa dilindungi dan dihormati.

Menumbuhkan kebijaksanaan dalam mengambil keputusan

Sikap bijaksana membantu seseorang dalam memilih keputusan terbaik yang tidak merugikan orang lain dan sesuai dengan syariat.

Menegakkan kebenaran dan mencegah kedzaliman

Keadilan mendorong tegaknya kebenaran dan menghindarkan seseorang dari bertindak zalim yang dapat merugikan orang lain.

Dengan bersikap adil dan bijaksana, seseorang tidak hanya menjalankan perintah Allah, tetapi juga memberikan kontribusi besar bagi terciptanya kehidupan yang penuh keberkahan.

Mendapat Kedudukan Mulia di Akhirat:

Seperti dalam hadis yang disebutkan, orang yang berlaku adil akan mendapat tempat istimewa di sisi Allah.

Cermin Akhlak Rasulullah ﷺ:

Rasulullah ﷺ adalah teladan terbaik dalam bersikap adil dan bijaksana, baik sebagai pemimpin maupun sebagai individu.

Hikmah Bersikap Adil dan Bijaksana

1. Menegakkan Keadilan sebagai Tugas Manusia:

Bersikap adil adalah amanat Allah kepada manusia untuk menjaga keseimbangan dalam kehidupan.

2. Menciptakan Kedamaian dan Keseimbangan:

Adil membuat segala urusan berjalan selaras, baik dalam keluarga, masyarakat, maupun bangsa.

3. Melatih Pengendalian Diri:

Bersikap bijaksana mengajarkan seseorang untuk tidak tergesa-gesa mengambil keputusan dan mempertimbangkan semua aspek dengan matang.

4. Mendapat Pahala Besar:

Allah menjanjikan pahala besar bagi orang-orang yang berlaku adil, baik di dunia maupun akhirat.

Selasa, 19 November 2024

Sudahkah al-Qur'an menyentuh Hati Kita...?

Allah azza wa jalla berfirman didalam Al-Qur'an surah al anfal ayat ke-2 :

 إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ ٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ ٱللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتُهُۥ زَادَتْهُمْ إِيمَٰنًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman (yakni orang yang sempurna keimanannya) ialah mereka yang apabila disebut nama Allah (yaitu ancaman-Nya) gemetarlah (takutlah) hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (keyakinan karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal (bersandar kepada-Nya tidak kepada yang lain) [Tafsir jalalain hal 177 maktabah Ash shofa mesir 2004]

Ayat yang mulia ini merupakan ekspresi & cerminan dari orang yang benar-benar beriman. Allah SWT menggambarkan keimanan sejati sebagai sesuatu yang mengakar kuat dalam hati, menumbuhkan rasa takut dan cinta kepada-Nya yang mendalam. Ketika nama Allah disebut, hati mereka bergetar, bukan karena rasa takut yang menyesakkan, tetapi karena rasa takjub, cinta, dan kesadaran akan kebesaran-Nya.

Keimanan mereka tidak statis; ia terus tumbuh dan berkembang. Saat mereka mendengar ayat-ayat Al-Qur'an, iman mereka bertambah. Ini menunjukkan bahwa hubungan mereka dengan Allah bukan sekadar ritual, melainkan sebuah perjalanan yang penuh makna, di mana firman-Nya menjadi sumber inspirasi, penghiburan, dan motivasi untuk terus mendekat kepada-Nya.

Puncak dari keimanan mereka adalah tawakal, yaitu sikap berserah diri sepenuhnya kepada Allah. Tawakal bukan berarti pasrah tanpa usaha, tetapi keyakinan bahwa setelah berikhtiar, segala hasil ada di tangan Allah yang Maha Bijaksana. Ini melahirkan ketenangan dalam hati mereka, karena mereka tahu bahwa Allah tidak pernah mengecewakan hamba-hamba-Nya yang bergantung kepada-Nya.

Ayat ini mengajarkan kita bahwa iman sejati melibatkan hati yang hidup, akal yang memahami, dan tindakan yang bersandar penuh kepada Allah. Ia adalah cerminan dari hubungan yang mendalam dan tulus dengan Sang Pencipta, yang tidak hanya dirasakan dalam momen ibadah, tetapi juga hadir dalam setiap aspek kehidupan. Sungguh, ini adalah pengingat untuk kita semua agar senantiasa berusaha meningkatkan keimanan kita dan menggantungkan segala harapan hanya kepada-Nya.

Walhasil, keimanan bukan hanya tentang pengakuan di lisan, tetapi juga tentang ketenangan hati, peningkatan iman, dan kebergantungan total kepada Allah. Mari kita renungkan, sudahkah hati kita bergetar ketika mendengar nama-Nya? Sudahkah iman kita bertambah dengan membaca ayat-ayat-Nya ? Dan sudahkah kita menyerahkan segala urusan kepada-Nya dengan sepenuhnya dalam hati, lisan & tindakan...?

ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ

Orang -orang yang beriman maka hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah (sadarilah), hanya dengan mengingati Allah hati menjadi tenteram (Qs Ar Ra'd 13:28)

Minggu, 17 November 2024

Keutamaan adab dan akhlak yang baik

   Kemuliaan seorang muslim tercermin pada Adab dan akhlaknya yang baik. Selain berdampak positif secara spiritual, akhlak yang baik juga membawa manfaat dalam hubungan sosial, moral, serta dalam mendekatkan diri kepada Allah terlebih lagi para pengemban dakwah dai & mubaligh. Dengan demikian, seorang Muslim yang baik akan selalu menjaga akhlak dan adabnya baik lisan‚ tulisan & perbuatannya.

Bersikap Ihsan

أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ أَيُّ الْمُسْلِمِينَ أَفْضَلُ قَالَ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

Nabi ﷺ ditanya "muslim manakah yang paling utama ?" Beliau menjawab, "Seorang muslim yang orang lain selamat dari (bahaya) lisan dan tangannnya (HR Tirmidzi)

Adab dan akhlak yang baik merupakan buah dari iman dan amal sholeh. Allah SWT dan Rasul-Nya menekankan pentingnya seorang muslim bersikap ihsan dalam berbagai aspek kehidupan. 

Rasulullah SAW bersabda: "Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik." (HR. Ahmad dan Al-Baihaqi)

Keharmonisan hidup

Selanjutnya Adab dan akhlak yang baik akan menciptakan hubungan sosial yang harmonis. Dalam konteks ini, memiliki akhlak yang baik membawa dampak positif baik bagi individu‚ rumah tangganya‚ maupun masyarakat. 

Hubungan Sosial : Akhlak yang baik akan membangun rasa saling percaya antaranggota keluarga & masyarakatnya. Misalnya, seseorang yang selalu menepati janji akan dipandang sebagai pribadi yang terpercaya, sehingga membangun hubungan yang lebih kuat dengan orang disekitarnya.

Ketenangan Hati : kelembutan hati‚ tutur kata serta perilaku ihsan akan membawa pada kedamaian batin dan ketenangan jiwa. Misalnya disaat seseorang bersikap baik memudahkan urusan saudaranya atau membantu orang lain, hal tersebut menciptakan rasa bahagia dan kepuasan batin bagi hati yang tulus lagi bersih.

kebijaksanaan : Adab yang baik mengajarkan kita untuk bersikap adil terhadap sesama waro' dan tawadhu' dalam menyikapi berbagai persoalan. Bahkan diantara tanda baiknya adab ialah al itsar yaitu mendahulukan saudaranya. Inilah yang menjadi dasar dalam menegakkan keadilan sosial.

Empati dan ta'awun : kebersihan hati tercermin dari akhlak yang baik sehingga menjadikannya peka terhadap kesulitan orang lain, lalu mendorong kita untuk ta'awun yakni sikap saling membantu dan tolong menolong tidak membiarkan apalagi menyakitinya.

Meningkatkan Ketaqwaan

وَٱلَّذِينَ هُمْ لِأَمَٰنَٰتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَٰعُونَ

"Dan orang-orang yang memelihara (menjaga) amanat dan janjinya"(Qs Al-Muminun : 8)

Adab dan Akhlak yang baik berkorelasi erat dengan kualitas ibadah seseorang. Seorang Muslim yang memiliki akhlak yang baik akan lebih mudah dalam taqorrubnya yaitu menjalankan ibadah dan muamalahnya.

Begitu pula Rasulullah SAW bersabda : 

"Diantara orang-orang beriman yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya." (HR. Abu Dawud)

Jumat, 11 Oktober 2024

Mengikuti manhaj Salafush sholeh

Manhaj Salafush Sholeh yang syar'i merujuk kepada cara beragama yang mengikuti jejak dan pemahaman para pendahulu kita yang shaleh dari umat Islam, yaitu generasi sahabat, tabi’in, dan tabi'ut tabi’in. Kata "Salafush Sholeh" berarti “generasi yang terdahulu dan saleh.” Mereka adalah generasi yang paling dekat dengan Nabi Muhammad ﷺ, yang dipuji dalam banyak hadits karena ketakwaan, pemahaman agama yang benar, dan praktik ibadah yang lurus.

" Cara syar'i memahami Al-Qur'an dan As-sunnah ialah ushul fiqih. Inilah manhaj salaf yang Shahih (benar) dalam menggali ibrah, hikmah dan hukum syara' atau syariah Islam "

Prinsip-prinsip ilmiah manhaj Salafush Sholeh yang syar'i terdiri dari kaidah-kaidah dasar dalam memahami agama dan menuntut ilmu berdasarkan metode para sahabat, tabi'in, dan tabi'ut tabi'in. Prinsip-prinsip inilah menjadi fondasi dalam pendekatan ilmiah mereka memahami & mengamalkan Al-Qur'an & As Sunnah.

Berikut ini prinsip utama manhaj Salafush Sholeh yang syar'i:

Pertama Berpegang Teguh pada Al-Qur'an dan Sunnah

   Manhaj ini mengutamakan kembali kepada Al-Qur'an dan Sunnah sebagai sumber utama dalam beragama. Mereka memahami dan mengamalkan agama Berdasarkan qowaid Syar'iah yakni Ulumul Qur'an, Ulumul hadits & Ushul fiqih bukan dengan logika atau pendapat pribadi.

Kedua Pemahaman Agama Berdasarkan Para Sahabat

   Pemahaman terhadap Al-Qur'an dan Sunnah harus merujuk kepada ijma' dan penafsiran para sahabat, karena mereka adalah generasi yang menyaksikan langsung Nabi Muhammad ﷺ, mendapatkan penjelasan langsung darinya, dan memahami konteks pewahyuan. Demikianlah Manhaj salafush sholeh adalah persatuan diatas sunnah Nabi Saw & Sunnah khulafaur rosyidin (kekhilafahan) dalam ilmu & amal

Ketiga Menghindari Bid'ah

   Dalam manhaj islam, Cara syar'i memahami Al-Qur'an dan As-sunnah ialah ushul fiqih. Inilah manhaj salaf yang Shahih (benar) untuk menggali ibrah, hikmah dan hukum syara' atau syariah Islam.

Dengan Ushul fiqih maka kaum Muslimin akan terhindar dari bid'ah dholalah, tahrif (penyelewengan) serta tadhlil (penyesatan) dalam beragama.

Keempat Mengikuti Jalan yang Lurus (As-Sirat Al-Mustaqim)

   Manhaj Salafush Sholeh menganut pendekatan yang lurus dalam beragama, tidak berlebih-lebihan dalam perkara agama (ghuluw) dan tidak juga meremehkannya. Mereka mengambil sikap seimbang dalam menjalankan agama sesuai dengan petunjuk yang benar. Mendahulukan Dalil (wahyu) dari pada Akal.

Dalam manhaj Salaf, dalil dari Al-Qur'an dan Sunnah diutamakan daripada penggunaan akal atau logika murni. Akal digunakan untuk memahami dalil

Kelima Menjaga Akidah yang Murni 

   Salah satu ciri khas manhaj ini adalah menjaga kemurnian tauhid, yaitu hanya menyembah Allah tanpa menyekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Manhaj ini sangat menentang syirik dalam segala bentuknya dan menyebarkan akidah yang benar berdasarkan dalil-dalil yang shahih.

Keenam Mengutamakan Keilmuan yang Shahih

   Menuntut ilmu dengan dalil-dalil yang sahih dari sumber-sumber yang terpercaya sangat ditekankan dalam manhaj Salafush Sholeh. Oleh sebab itu, seorang Muslim harus belajar dari ulama yang terpercaya dan menghindari pemahaman yang keliru.

Ketujuh Akhlak dan Adab yang Mulia

   Selain perhatian terhadap akidah dan ibadah, manhaj ini juga menekankan pentingnya memiliki akhlak yang baik. Mereka berusaha meniru akhlak Nabi ﷺ dan para sahabat dalam perilaku sehari-hari, termasuk dalam bersikap terhadap sesama Muslim dan non-Muslim.

Kedelapan Mengutamakan persatuan serta menjauhi Perpecahan dan Fanatisme Golongan

Manhaj Salaf menekankan pentingnya persatuan umat dan menjauhi fanatisme terhadap kelompok atau mazhab tertentu. Mereka menganjurkan agar umat Islam bersatu di atas kebenaran dan tidak berpecah-belah karena kepentingan golongan.

Kesembilan menerapkan Islam secara kaffah 

Berislam secara kaffah meliputi Aqidah, ibadah, muamalah, Uqubat & Al akhlak Al karimah

لإسلام دين كامل و نظام شامل

islam itu agama yang lengkap (sempurna) dan sistem (tatanan hidup) yang menyeluruh

manhaj Salafush Sholeh yang syar'i adalah upaya untuk mempraktikkan Islam secara menyeluruh ( kaffah )sebagaimana yang diajarkan oleh Nabi ﷺ dan dipraktikkan oleh para sahabatnya dengan menjaga kesucian & kemurnian akidah, ibadah, dan akhlak muamalah dan uqubat(sanksi hukum) secara totalitas atau kaffah.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱدْخُلُوا۟ فِى ٱلسِّلْمِ كَآفَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ ۚ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu ikuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu (Qs al Baqarah 2:208)

Rabu, 09 Oktober 2024

Baiti jannati

بيتي جنّتي

Rumahku surgaku. kebahagiaan rumah tangga muslim adalah bersama dalam ketaatan dan taqwa. Untuk membangun keluarga sakinah (tentram), mawaddah (penuh cinta)  & warohmah (penyayang) merupakan dambaan setiap keluarga mukmin. 

Jalan untuk meraih semua itu hanya bisa ditempuh dengan pemenuhan nafkah lahir dan juga nafkah batin secara bersamaan.

Adapun nafkah lahir tentu saja berupa sandang,  pangan, papan dan kebutuhan materi lainnya. sedangkan nafkah batin terdiri dari : 

Pertama, Ta'lim

   Pemenuhan nafkah batin keluarga  berdasarkan Al-Qur'an dan As-Sunnah menjadi pedoman yang jelas dan panduan yang pasti dalam mendidik istri & anak. Diantaranya :

1. Riya'ah & Qowwan

   - Al-Qur'an Allah SWT mengingatkan dalam surat At-Tahrim ayat 6: _“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka...”_  

     Ayat ini menegaskan tanggung jawab orang tua dalam menjaga keluarga mereka dari hal-hal yang bertentangan dengan ajaran agama dan perkara yang melalaikan.

   - As-Sunnah : Rasulullah SAW bersabda: _"Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawabannya atas yang dipimpinnya..."_ (HR. Bukhari dan Muslim). Orang tua adalah pemimpin bagi anak-anak mereka, sehingga wajib memberikan pendidikan yang baik.

2. Pendidikan Tauhid

   - Al-Qur'an : Dalam surat Luqman ayat 13, Luqman mengajarkan tauhid kepada anaknya: _“Wahai anakku, janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.”_  

     Pendidikan tauhid harus menjadi dasar utama dalam parenting Islami, agar anak memiliki hubungan yang kuat dengan Allah.

   - As-Sunnah : Rasulullah SAW juga mengajarkan pentingnya menanamkan tauhid sejak dini. Ketika Abdullah bin Abbas masih kecil, Rasulullah SAW bersabda: "Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya engkau mendapati-Nya di hadapanmu..." (HR. Tirmidzi).

3. Kasih Sayang dan Kelembutan

   - Al-Qur'an : Dalam surat Al-Isra' ayat 24, Allah berfirman: _"...dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua (orang tua) dengan penuh kasih sayang."_

     Orang tua harus mengasuh anak-anak mereka dengan kasih sayang, sehingga mereka tumbuh dalam suasana penuh cinta.

   - As-Sunnah : Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang tidak menyayangi, maka dia tidak akan disayangi.” (HR. Bukhari). Beliau juga sangat penyayang terhadap anak-anak, menunjukkan betapa pentingnya kelembutan dalam pengasuhan.

4. Mengajarkan Akhlak Mulia

   - Al-Qur'an : Surat Luqman ayat 18-19 mengajarkan agar anak-anak diajarkan akhlak baik: “Dan janganlah kamu memalingkan wajahmu dari manusia (karena sombong) dan janganlah berjalan di muka bumi dengan angkuh... dan sederhanalah dalam berjalan, serta lunakkanlah suaramu...”

     Anak perlu diajarkan tata krama, rendah hati, dan sikap baik dalam bersosialisasi.

   - As-Sunnah : Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.” (HR. Ahmad). Pengajaran akhlak yang mulia harus menjadi prioritas dalam pendidikan anak.

 5. Doa untuk Anak

   - Al-Qur'an : Allah memuji orang-orang yang senantiasa mendoakan anak mereka, sebagaimana dalam surat Al-Furqan ayat 74: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami)...”

     Doa orang tua untuk anak-anaknya sangat penting dalam proses pengasuhan.

   - As-Sunnah : Rasulullah SAW bersabda: "Doa orang tua untuk anaknya seperti doa nabi untuk umatnya." (HR. Ahmad).

6. Pendidikan Ibadah Sejak Dini

   - Al-Qur'an : Dalam surat Taha ayat 132, Allah berfirman: _“Dan perintahkanlah keluargamu mendirikan salat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya...”_  

     Anak harus diajari ibadah sejak kecil agar mereka terbiasa dengan kewajiban-kewajiban agama.

   - As-Sunnah : Rasulullah SAW bersabda: “Perintahkanlah anak-anakmu untuk melaksanakan shalat ketika mereka berusia tujuh tahun...” (HR. Abu Dawud)

Orang tua perlu membiasakan anak untuk melaksanakan ibadah secara bertahap dan sesuai usia.

   - Al-Qur'an: Allah SWT memerintahkan keadilan dalam segala hal, termasuk dalam mengasuh anak, seperti dalam surat An-Nisa ayat 58 : "Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkannya dengan adil..."_

   - As-Sunnah : Rasulullah SAW bersabda: “Berlakulah adil terhadap anak-anakmu, sebagaimana kamu suka jika mereka memperlakukanmu dengan adil.” (HR. Bukhari)

Orang tua harus bersikap adil dalam pemberian kasih sayang, perhatian, dan perlakuan terhadap semua anak.

8. Mendidik dengan Hikmah (Kebijaksanaan)

   - Al-Qur'an : Dalam surat An-Nahl ayat 125, Allah SWT berfirman: "Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik..."_  

     Orang tua harus bijaksana dalam mendidik anak-anaknya, menggunakan pendekatan yang tepat sesuai dengan situasi dan kondisi anak.

   - As-Sunnah : Rasulullah SAW mencontohkan cara mendidik yang penuh kebijaksanaan, beliau tidak pernah marah secara berlebihan, dan selalu menggunakan metode yang sesuai dengan kemampuan dan usia anak-anak.

Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini, diharapkan anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia sesuai ajaran Islam.

Kedua, Ta'dib

Dengan berpedoman pada konsep-konsep ini, orang tua Muslim dapat mendidik anak-anaknya sesuai dengan tuntunan Islam agar mereka tumbuh menjadi generasi yang saleh, berakhlak mulia, dan bertakwa.

Prinsip-prinsip parenting dalam Islam mengacu pada nilai-nilai yang diajarkan dalam Al-Qur'an dan hadits. Berikut adalah beberapa prinsip utama dalam pengasuhan anak (Ta'dib) menurut Islam:

1. Pendidikan Adab (Tarbiyah Akhlakiyah)

Anak harus dididik dengan nilai-nilai akhlak dan etika islami. Islam menekankan pentingnya membentuk karakter mulia sejak dini, seperti kejujuran, kasih sayang, dan rasa tanggung jawab, bertutur dan bersikap sopan dll

2. Pemberian Kasih Sayang yang benar

   Orang tua dianjurkan untuk memberikan kasih sayang yang tulus kepada anak. Rasulullah SAW sangat mencintai anak-anak dan mencontohkan bagaimana seharusnya kasih sayang diberikan tanpa berlebihan atau kekerasan. Memupuk rasa cinta dan kasih sayang mereka dalam keimanan dan ketaatan bukan sekedar kesenangan duniawi dan materi semata

3. Pembiasaan Ibadah Sejak Dini

   Anak perlu diajari untuk mengenal dan melaksanakan ibadah sejak kecil, seperti salat, puasa, dan membaca Al-Qur'an. Namun, orang tua harus melakukannya dengan bijak dan tanpa paksaan, agar anak tumbuh dengan cinta terhadap ibadah.

4. Keadilan dalam Perlakuan

   Islam mengajarkan bahwa orang tua harus berlaku adil kepada semua anak tanpa membedakan jenis kelamin, bakat, atau kondisi fisik. Ini penting untuk membentuk rasa percaya diri dan kepercayaan dalam keluarga dan lingkungannya

5. Mencintai Ilmu Syar'i, Pengetahuan dan Keterampilan

   Menumbuhkan kecintaan anak kepada ilmu dan literasi. Selain pendidikan agama, anak-anak juga harus diajari ilmu pengetahuan yang bermanfaat dan keterampilan hidup agar mereka dapat tumbuh menjadi individu yang mandiri dan sukses di dunia dan akhiratnya 

6. Doa dan Dukungan Spiritual

   Orang tua dianjurkan untuk selalu mendoakan anak-anak mereka agar mendapatkan kebaikan dan petunjuk dari Allah. Doa orang tua, terutama ibu, adalah doa yang sangat mustajab dalam Islam.

7. Mengajarkan Tanggung Jawab dan Kemandirian

   Islam mengajarkan anak-anak untuk bertanggung jawab atas tindakan mereka dan dilatih untuk mandiri sejak dini. Hal ini termasuk dalam aspek spiritual, sosial, dan finansial. Sehingga mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang survivel, tangguh Dan mandiri

ketiga,  Qudwah

   Orang tua harus menjadi Contoh yang Baik (Uswatun Hasanah) sehingga mengharuskannya bisa menjadi teladan yang baik bagi anak-anak mereka. Sebab anak cenderung meniru perilaku orang tuanya. Maka penting untuk menunjukkan akhlak mulia dan perilaku Islami dalam kehidupan sehari-hari Serta Contoh dalam ihsan & ketaqwaan. Tanpa semua itu Bimbingan, arahan dan nasehat takkan berarti tanpa keteladanan

Selasa, 08 Oktober 2024

Bukti keaslian & kebenaran al-Qur'an

Bukti ilmiah dan empiris terkait kebenaran dan keaslian Al-Qur'an telah menjadi fokus berbagai kajian, baik dari segi bahasa, sejarah, maupun sains. Berikut adalah beberapa bukti yang sering dikemukakan oleh para ilmuwan, ulama, dan ahli tafsir terkait kebenaran dan keaslian Al-Qur'an:

Pertama Keotentikan Al-Qur'an yang Terjaga

   Salah satu bukti keaslian Al-Qur'an adalah kenyataan bahwa naskah Al-Qur'an tidak pernah berubah sejak pertama kali diturunkan lebih dari 1.400 tahun yang lalu. Umat Muslim menjaga Al-Qur'an dengan cara hafalan (tahfiz) yang dilakukan secara turun-temurun, serta pembukuan yang sudah dilakukan sejak masa Khalifah Utsman bin Affan. Naskah-naskah Al-Qur'an yang ada saat ini, baik di museum maupun di manuskrip kuno, menunjukkan kesesuaian yang luar biasa dengan Al-Qur'an yang digunakan oleh kaum Muslimin hingga saat ini.

   Argumen keilmuan: 

   - Manuskrip-manuskrip kuno, seperti Manuskrip Topkapi dan Manuskrip Sana'a, membuktikan bahwa teks Al-Qur'an tetap sama sejak abad ke-7 tanpa adanya perubahan signifikan.

   - Sistem hafalan kolektif (tahfiz) yang telah berlangsung sejak zaman Nabi hingga kini memastikan bahwa kesalahan atau penambahan dalam teks sangat sulit terjadi.

Kedua Kesesuaian Al-Qur'an dengan Ilmu Pengetahuan Modern

   Banyak ayat dalam Al-Qur'an yang diyakini sesuai dengan pengetahuan ilmiah modern, meskipun Al-Qur'an diturunkan di masa ketika pengetahuan ilmiah masih sangat terbatas. Beberapa di antaranya:

   - Penciptaan Alam Semesta: Al-Qur'an menyebutkan bahwa alam semesta berasal dari sesuatu yang bersatu dan kemudian dipisahkan (Big Bang). Ayat yang sering dirujuk adalah:

      “Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya” (QS. Al-Anbiya: 30)

     Kesesuaian: Teori Big Bang yang ditemukan pada abad ke-20 menggambarkan bahwa alam semesta berawal dari ledakan besar dan pemisahan materi yang bersatu.

   - Pembentukan Janin di Dalam Rahim : Al-Qur'an memberikan penjelasan rinci tentang proses penciptaan manusia dalam rahim:

      "Kemudian Kami menjadikan nutfah (air mani) yang tersimpan di tempat yang kokoh (rahim). Kemudian Kami menciptakan darah beku dari nutfah itu, lalu Kami jadikan darah beku itu segumpal daging..." (QS. Al-Mu’minun: 13-14)

     Kesesuaian: Penjelasan ini sesuai dengan pengetahuan embriologi modern, yang baru dapat diungkap secara rinci setelah ditemukannya teknologi canggih seperti mikroskop pada abad ke-20.

   - Gunung sebagai Pasak: Al-Qur'an menyebutkan bahwa gunung berfungsi sebagai pasak yang menstabilkan bumi:

     “Bukankah Kami telah menjadikan bumi sebagai hamparan, dan gunung-gunung sebagai pasak?" (QS. An-Naba: 6-7).

     Kesesuaian: Ilmu geologi modern menemukan bahwa gunung memang memiliki fungsi menjaga stabilitas lempeng tektonik bumi, yang membantu mencegah gempa bumi yang lebih hebat.

Ketiga Prediksi Ilmiah dalam Al-Qur'an

   Beberapa ayat dalam Al-Qur'an juga berisi pernyataan yang baru dapat dibuktikan oleh ilmu pengetahuan modern. Contoh yang sering disebutkan adalah:

   - Eksplorasi dasar laut:

      "Atau (keadaan orang-orang kafir) seperti gelap gulita di lautan yang dalam, yang diliputi oleh ombak di atas ombak, di atasnya awan; gelap gulita yang berlapis-lapis, apabila dia mengeluarkan tangannya tiadalah dia dapat melihatnya." (QS. An-Nur: 40)

     Penemuan: Para ilmuwan menemukan bahwa di lautan yang dalam, terdapat lapisan gelap yang tidak bisa ditembus oleh cahaya matahari. Hal ini baru diketahui setelah teknologi kapal selam modern ditemukan, namun Al-Qur'an telah menyebutkannya lebih dari 1400 tahun yang lalu.

   - Berat di luar angkasa:

      "Barangsiapa dikehendaki Allah untuk diberi petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk (memeluk) Islam. Dan barangsiapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, niscaya Allah menjadikan dadanya sesak lagi sempit, seolah-olah dia sedang mendaki ke langit" (QS. Al-An'am: 125).

     Penemuan : Semakin tinggi seseorang mendaki ke atmosfer bumi, semakin sulit bernapas karena berkurangnya kadar oksigen. Ini adalah fenomena yang hanya dapat dibuktikan secara ilmiah melalui penelitian modern tentang ketinggian dan tekanan udara.

Keempat Keindahan dan Kesempurnaan Bahasa Al-Qur'an

   Al-Qur'an memiliki gaya bahasa yang luar biasa dalam sastra Arab, bahkan pada masa Nabi Muhammad SAW, di mana bahasa Arab berada pada puncak kejayaannya. Tantangan yang disampaikan oleh Al-Qur'an untuk menghasilkan satu surat atau ayat yang sebanding dengan Al-Qur'an hingga kini belum dapat dipenuhi, meskipun banyak ahli bahasa Arab yang mencoba melakukannya. Keindahan dan kefasihan bahasa ini diakui oleh para pujangga dan ahli sastra sepanjang sejarah.

    "Dan jika kamu (tetap) dalam keraguan tentang Al-Qur'an yang Kami wahyukan kepada hamba Kami (Muhammad), buatlah satu surat yang semisal Al-Qur'an itu dan ajaklah penolong-penolongmu selain Allah, jika kamu orang-orang yang benar" (QS. Al-Baqarah: 23).

   Bukti empiris ini menunjukkan bahwa Al-Qur'an memiliki keindahan dan struktur bahasa yang unik dan tak tertandingi.

Kelima Tidak Bertentangan dengan Ilmu Pengetahuan

   Dalam banyak hal, Al-Qur'an tidak pernah bertentangan dengan fakta-fakta ilmiah yang telah terbukti. Ketika ilmu pengetahuan modern terus berkembang, ayat-ayat Al-Qur'an yang dulunya tidak bisa dipahami sepenuhnya justru menunjukkan kebenaran dengan penemuan-penemuan baru. Ini sering dianggap sebagai bukti bahwa Al-Qur'an bukanlah produk pemikiran manusia, tetapi berasal dari sumber yang Mahatahu Dia Allah SWT 

 Kesimpulan :

Bukti-bukti ilmiah dan empiris yang dijelaskan di atas, meskipun tidak dimaksudkan untuk menjadi kitab sains, menunjukkan bahwa Al-Qur'an berisi kebenaran yang baru bisa dibuktikan oleh pengetahuan modern. Selain itu, keotentikan naskah yang terjaga, serta keselarasan dengan ilmu pengetahuan, mendukung keyakinan umat Muslim bahwa Al-Qur'an adalah wahyu dari Allah yang benar dan tidak diragukan keasliannya.

Selasa, 01 Oktober 2024

Mengenal Makhrojul huruf

Makhrojul huruf artinya tempat keluarnya huruf-huruf hijaiyah. Baiknya bacaan Al-Qur'an diawali dari benarnya dalam melafalkan (mengucapkan) makhorijul huruf ini. Al-Qur'an yang kita baca tersusun dalam dari 29 huruf yang terdapat pada 17 tempat keluarnya huruf yang disebut makhorijul huruf.  ketujuh belas makhroj ini kemudian dikelompokkan kedalam 5 bagian : 

Pertama, الجوف

Makhrojul huruf yang terletak pada ruang kosong rongga mulut.

kedua, الحلق

Makhrojul huruf yang terletak dikerongkongan atau tenggorokan

ketigaاللسان

Makhrojul huruf yang terletak pada lidah

keempat, الشفتين

Makhrojul huruf yang terletak pada bibir

kelimaالخيشوم

Makhrojul huruf yang terletak pada pangkal hidung yang mengeluarkan dengung (gunnah)

القاب الحروف

istilah yang digunakan ulama tajwid dan Quro' untuk menyebut suatu huruf yang diklasifikasikan berdasarkan tempat keluarnya (makhorijul huruf) 

1. الجوفية 

Huruf  jaufiyah merupakan huruf mad atau disebut juga huruf ilat dalam shorof ا ي و

2. الحلقية

Huruf yang dikeluarkan dari dalam tenggorokan atau kerongkongan ء ه ع ح غ خ

3. اللهوية

Huruf yang dikeluarkan dari Pangkal lidah dekat anak lidah (Uvula) ق ك

4. الشجرية

Disebut juga Al Ghar yaitu Huruf yang dikeluarkan dari pertengahan lidah ج ش ض ي

5. النطعية

Huruf yang dikeluarkan dari ujung lidah yang dirapatkan dengan Pangkal Gigi seri atas  ت د ط

6. اللثوية

Huruf yang dikeluarkan dari ujung lidah yang diletakkan dibawah dari Gigi seri bagian atas atau ujung lidah yang diletakkan diantara Gigi seri atas & bawah ث ذ ظ

7. الأسلية

Huruf yang dikeluarkan dari ujung lidah yang dekat Gigi seri bagian bawah س ز ص

8. الذلقية

Huruf yang dikeluarkan dari tepi ujung lidah dengan tipis ر ن ل

9. الشفوية

Huruf yang dikeluarkan dari 2 bibir ب م ف و

Minggu, 11 Agustus 2024

Meraih Syafa'at Al-Qur'an


وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ ٱلْكِتَٰبَ تِبْيَٰنًا لِّكُلِّ شَىْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِينَ

Dan Kami turunkan kepadamu AlKitab (Al-Qur'an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri (Qs an Nahl 16:89)

Ibnu mas'ud ra menjelaskan sungguh Allah azza wa jalla  telah menerangkan kepada kita didalam Al-Qur'an semua ilmu dan segala sesuatu. Adapun Mujahid menyampaikan setiap halal dan haram. namun penjelasan ibnu mas'ud lebih umum dan lebih menyeluruh. sesungguhnya Al-Qur'an itu mencakup atas berbagai ilmu yang bermanfaat baik berupa berita masa lalu,  ilmu yang akan datang (masa depan), hukum berbagai halal haram dan apa saja yang dibutuhkan manusia dalam perkara dunia, Agama, kehidupan dan Akhirat [Tafsir Umdatut tafsir juz 2 hal 348 Darul wafa 2014 Mesir]

Al-Qur'an Petunjuk, Rahmat & Kabar gembira

من قال به صدق، ومن عمل أُجر، ومن حكم به عدل، ومن دعا إليه هدي إلى صراط مستقيم

Siapa yang berbicara berdasarkan al-Qur'an dia akan benar, siapa yang beramal dengannya akan diberi pahala, siapa yang berhukum dengan al-Qur'an Maka ia akan adil dan siapa yang menyeru (berdakwah) kepada Al-Qur'an akan diberi petunjuk ke jalan yang lurus (At tibyan fii 'ulumil Qu'ran hal 10 Darul mawahib 2016)

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ قَدْ جَآءَتْكُم مَّوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَآءٌ لِّمَا فِى ٱلصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ

Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh (obat) bagi penyakit-penyakit  didalam dada-dada (hatimu) dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman (Qs Yunus 10:57)

Al-Qur'an adalah kalamullah. Ia akan menjadi petunjuk yang lurus, obat yang mujarab & solusi yang Adil dengan dipelajari dan dipahami (Tadabburi) yakni dihayati atau direnungi makna-maknanya. Ringkasnya al-Qur'an bukan sekedar bacaan dan hafalan semata tapi al-Qur'an adalah Obat hati dan Solusi kehidupan hakiki.

Sahabat beriman, jika Allah dan RasulNya wajib diikuti dan ditaati maka Al Qur'an wajib dibaca dan diamalkan sebagai tuntunan kehidupan yang Berkah juga sebagai kompas kehidupan didunia dan GPS perjalanan negeri Akhiratnya...

فإذا شرع في القراءة فليكن سأنه الخشوع و التدبر عند القراءة. فهو المقصود والمطلوب وبه تنشرح الصدور و تستنير القلوب 

Selanjutnya Seseorang yang akan memulai membaca al-Qur'an hendaknya ia menjadikan dirinya khusu' dan mentadaburi (merenunginya) saat membacanya. karena Tadabbur (perenungan) ialah tujuan yang dimaksud lagi dicari yang dengannya menjadi lapanglah dada dan bersinarnya hati.

أفلا يتدبرون القرآن...؟ 

Mengapa mereka (kalian) tidak mentadaburi Qur'an..? (Qs An nisa: 82)

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ ٱلْقُرْءَانَ أَمْ عَلَىٰ قُلُوبٍ أَقْفَالُهَآ

Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Qur'an ataukah hati mereka telah terkunci...? (Qs Muhammad 47:24)

Padahal keberkahan Al-Qur'an ada didalam mentadabburinya (menyelami maknanya) : 

كتاب أنزلناه إليك مبارك ليَدّبّروا ءاياته

Ini adalah Al-Qur'an yang kami turunkan kepadamu keberkahkan didalamnya agar mereka mentadabburinya (merenungi) ayat-ayatNya (Qs shad : 29) [At tibyan fi adabi hamlatil Qur'an hal 72-73 Darussalam Mesir 2018]

Namun Seorang hamba tidaklah Serta merta ia bisa memahami kandungan makna-makna al-Qur'an melainkan dibutuhkan keahlian didalam Ulumul lughoh, Ushul fiqih dan ulumul Qur'an.

Sehingga bila kita belum memiliki Ulumul wasail (ilmu-ilmu alat) yang memadai cara termudah mengkaji kandungan Al-Qur'an ialah melalui talaqqi bersama para ahli ilmu & Ulama Akhirat atau merujuk kepada Kitab-kitab Tafsir mu'tabar Sebab dengan bertalaqqi turots (literasi Islam) Kita akan memiliki sanad dalam ilmu dan amal Serta Selamat dari kejahilan dan kekeliruan (awham) sebagaimana ulama bersepakat :

ويحرم تفسيرُه بغير علم، والكلام في معانيه لمن ليس من أهلها

Haram menafsirkan Al-Qur'an tanpa ilmu dan mengungkapkan makna-maknanya bagi orang yang tidak memiliki keahlian didalamnya (At tibyan fii adabi hamalatil Qur'an hal 144 Darussalam Mesir 2018)

Investasi Akhirat   

Selain menjadi petunjuk kehidupan didunia, Al-Qur'an juga bisa menjadi tabungan Amal sholeh diakhirat Karena membacanya adalah ibadah dan berpahala. Apalagi  mempelajarinya kandungan maknanya lalu mengajarkanya kepada kaum Muslimin. Menyelami makna al-Qur'an mencari faidah yang terkandung didalamnya (Istifadah) lalu mengajarkannya Ta'lim wal ifadah Maka ia akan menjadi Amal jariyah yang terus mengalir...

Sebagaimana Nabi saw menjelaskan keutamaan belajar & mengajar Al-Qur'an:

خيركم من تعلم القرآن و عمله

Sebaik baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya (HR Bukhari)

Menjadi Penolong al-Qur'an 

Dari Abu Said radhiyallahu 'anhu, Rasulullah bersabda:

من شَغَلَهُ الُقرُانُ عَن ذَكرِي وَمَسْئلَتيِ اَعطَيتُهُ اَفضَلَ مَا اُعطِي السْاَئِلينً

“Siapa yang disibukkan oleh Al Qur'an dari pada mengingat-Ku dan memohon kepada-Ku, maka Aku berikan kepada mereka sesuatu yang lebih utama dari apa yang Aku berikan kepada orang-orang yang meminta kepada-Ku” (HR At-Tirmidzi)

Semoga kita mendapatkan kemuliaan dan Syafa'at al-Qur'an dengan menyibukkan diri membaca, menghafal, mengkaji menjadi penjaga dan penolong Al-Qu'ran. Sebagaimana Allah SWT telah memuliakan generasi sahabat dan Salafush sholeh seperti Zaid bin tsabit dan para khulafaur rosyidin Radhiyallahu anhum sebagai penghafal, pencatat, pengumpul dan penyusun, pembela al-Qur'an. Lalu memeliharanya membaca dan mengamalkannya dengan menjadikan Al-Qur'an sebagai tuntunan kehidupannya Serta menyebarkan & mendakwahkannya keseluruh penjuru dunia.

أشراف الأمتي حمَلةُ القرآن

Umatku (Nabi Saw) yang paling mulia adalah mereka yang mengemban Al-Qur'an (HR Tirmidzi) 

إقرأوا القرآن لانه يأتي يوم القيامة شفيعا لأصحابه

Bacalah (Pelajarilah) al-Qur'an Karena nanti ia akan datang dihari kiamat sebagai Pemberi Syafa'at bagi pembacanya (HR Muslim)

Kamis, 01 Agustus 2024

Mengenal diri,...

Pintu taubat dan rahmat Allah SWT selalu terbuka bagi siapapun yang mau kembali mencari ampunan & kasih sayangNya Serta berusaha memperbaiki dirinya

Tafakkur (Renungan)

Manusia punya mata monyet punya mata, manusia punya telinga monyet punya telinga, manusia butuh makan monyetpun butuh makan. 

berarti apakah manusia sama dengan monyet...? tentu tidak .......

lalu apakah Sebenarnya yang membedakan manusia dengan monyet dan binatang lainnya...?

الحيوان النانق في تعريف الإنسان 

Definisi manusia adalah makhluk hidup yang berfikir [Idhohul mubham syarhu sulam munawaroq hal 16 Maktabah az zahra 2022]

Sahabat beriman, Allah SWT telah menganugerahkan manusia Hidayah kholqiyah berupa akal untuk berfikir & mengkaji Ayat-ayatNya dan Sunnah Nabi Saw sebagai tuntunan kehidupan dan bekal akhiratnya nanti. Sebab semuanya pasti akan berakhir mati & binasa tak ada yang tersisa kecuali iman & amal sholehnya yang akan menentukan masa depan Akhiratnya nanti. Sebagaimana Allah azza wa jalla berfirman :

وَٱتَّقُوا۟ يَوْمًا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى ٱللَّهِ ۖ ثُمَّ تُوَفَّىٰ كُلُّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

Dan peliharalah dirimu dari waktu yang kalian semua akan dikembalikan kepada Allah. Kemudian setiap diri (an nafs) akan diberi balasan yang sempurna terhadap Amal apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikitpun tidak akan dirugikan (Qs al Baqarah 2:281) 

Hujjatul Islam Imam Al Ghazali Rahimahullah menukilkan penjelasan Empat macam keadaan manusia. Dimanakah posisi Kita...?

: قال خليل بن أحمد: الرجل أربعة 

Berkata imam kholil bin ahmad Rahimahullah menjelaskan bahwasanya ada 4 (Empat) tipe manusia  : 

1. رجل يدري ويدري أنه ىدري فذلك عالم فاتبعوه

Seseorang yang tahu bila dirinya tahu. sesungguhnya dia adalah orang yang 'alim maka ikutilah ia

2. رجل يدري و لا يدري أنه يدري فذلك نائم فأيقظوه

Seseorang yang tahu ('alim) tapi ia tidak menyadari bahwasanya ia Alim. maka bangunkanlah (sadarkanlah) ia

3. ورجل لا يدري و يدري وأنه لا يدري فذلك مسترشد فعلموه

Seseorang yang tidak tahu sementara ia menyadari ketidak tahuannya. ia adalah orang yang mencari bimbingan maka beritahulah (bimbinganlah) ia

4. ورجل لا يدري ولا يدري وأنه لا يدري فذلك جاهل فارفضوه

Seseorang yang tidak tahu sementara ia tidak menyadari (tak mau tahu) atas ketidaktahuannya. sesungguhnya ia adalah orang Bodoh maka abaikan (tinggalkanlah) ia [Ihya ulumiddin Hal 57 Darul alamiah 2014]

kenapa tipe orang yang ke-4 (empat) ini harus ditinggalkan...? 

ini sebagaimana yang telah Allah SWT jelaskan dalam firmanNya : 

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ سَوَآءٌ عَلَيْهِمْ ءَأَنذَرْتَهُمْ أَمْ لَمْ تُنذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang ingkar (kafir) itu, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman (Qs al Baqarah 2:6)

Sahabat beriman, semoga Kita termasuk orang yang istiqomah menapaki jalan kebenaran meningkatkan keimanan dan Amal sholeh 

ثمرة هذ اليقين: صدق المقرابة في الحركات السكنات والخطرات و المبالغة في التقوى و الأختراز عن كل السيئات

Buah dari keyakinan yang benar ialah Benarnya muroqobah (merasa selalu diawasi Allah) dalam setiap gerakannya, diamnya serta dalam berbagai lintasan hati dan pikirannya serta terdepan didalam taqwa dan memelihara diri dari setiap keburukan [Ihya ulumiddin hal 65 Darul alamiah 2014]

Sabtu, 18 Mei 2024

Fiqih Cara praktis mengamalkan Syariah

      Setiap muslim diperintahkan untuk terikat & taat pada Syariah-Nya yaitu mengamalkan berbagai perintah dan menjauhkan semua larangan inilah hakikat taqwa yakni berislam Secara Kaffah :

وَأَنزَلْنَآ إِلَيْكَ ٱلْكِتَٰبَ بِٱلْحَقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ ٱلْكِتَٰبِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ ۖ فَٱحْكُم بَيْنَهُم بِمَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَآءَهُمْ عَمَّا جَآءَكَ مِنَ ٱلْحَقِّ ۚ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا ۚ وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَٰحِدَةً وَلَٰكِن لِّيَبْلُوَكُمْ فِى مَآ ءَاتَىٰكُمْ ۖ فَٱسْتَبِقُوا۟ ٱلْخَيْرَٰتِ ۚ إِلَى ٱللَّهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

Dan Kami telah turunkan kepadamu Al Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab terdahulu sekaligus batu ujian terhadap kitab-kitab itu. maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap pemberian-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah-lah kalian semua kembali, lalu diberitahukan-Nya kepadamu apa yang telah kamu perselisihkan itu (Qs al Ma'idah 5:48)

تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا : كِتَابَ اللهِ وَ سُنَّةَ رَسُوْلِهِ

Telah aku tinggalkan padamu dua perkara. Kalian tidak akan pernah tersesat selama berpegang pada keduanya, yaitu Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya ( HR. Malik, al-Hakim, al-Baihaqi)

1. Mengenal hukum Syara'

Sumber hukum islam ialah kitabullah dan sunnah Nabawiyah, ijma' sahabat dan Qiyas syar'iyah. dimana Setiap Muslim wajib beramal dengannya. Syariat islam atau hukum syara' mengatur seluruh dimensi kehidupan manusia mulai dari individu, masyarakat,  negara,  baik ibadah, muamalat hingga uqubat (sanksi hukum) baik lahir maupun batin. Namun dengan berbagai kompleksitas kesempurnaan mashodirul ahkam (sumber hukum) Islam dibutuhkan mujtahid ( ulama yang mampu berijtihad) untuk bisa menggali (istinbat) hukum syara' tersebut  sehingga kaum Muslimin yang tidak memiliki kemampuan berijtihad diwajibkan mengikuti atau bertaqlid dari hukum syara' yang diistinbat oleh seorang mujtahid.

Al allamah al mujaddid Taqiyuddin annabhani Rahimahullah menjelaskan bolehnya bertaqlid (bermazhab) bagi seorang muqolid (orang awam): 

أما التقليد في الأحكام الشرعية  فجائز شرعا لكل مسلم. قال تعالى 

Adapun taqlid dalam hukum-hukum Syariah maka dia adalah boleh secara Syar'i bagi setiap muslim.  sebagaimana Allah subhanahu wa ta'ala berfirman : 

فَسْـَٔلُوٓا۟ أَهْلَ ٱلذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

maka bertanyalah kalian kepada orang yang mempunyai pengetahuan (ulama) jika kamu tidak mengetahui (Qs an Nahl 16:43)

( Asy Syakhshiyah al islamiyah juz I hal 217 )

2. Mengenal ushul fiqh 

Memahami dan mengamalkan hukum syara' atau Syariah dibutuhkan penguasaan ulumul maqosid dan ulumul wasail serta metodologi istinbat tertentu untuk berijtihad menghasilkan Produk hukum syara' yakni fiqih islam.

Pertanyaannya kenapa kita tidak langsung saja merujuk Al-Qur'an dan as sunnah...? 

jawaban mendasarnya ialah lemahnya Penguasaan ulumul lughah dan Qawaid syar'iyah mayoritas kaum muslimin sebagai syarat utama memahami dalil-dalil Syariah.

إن دين الله لا يفهم بغير لغته كما أن استنباط أحكام جديدة للوقائع متجددة عن طريق الإجتهاد لا يتأتى بدون اللغة العربية 

Sesungguhnya Agama Allah SWT tidak dapat dipahami dengan selain bahasanya (Arab), sebagaimana bahwasanya instinbat hukum-hukum baru dari berbagai realitas dan fakta yang terus berkembang melalui jalan  ijtihad yang tidak akan bisa tanpa bahasa arab ( Ta'rif hizb at-tahrir hal 11)

Padahal Proses ijtihad tidaklah sekedar pemahaman terhadap lafadz dan makna nash atau dalil tapi juga bagaimana mendudukkan berbagai nash dalam suatu topik (quwwatud dalil) baik dari aspek Tsubut dan dilalahnya, Qoth'i dan zhanninya disatu sisi serta ragam ikhtilaf ushul, Qowaid kulliyah dan wajhul istidlal yang meliputinya.

Disinilah syarat berijtihad itu membutuhkan penguasaan berbagai funun islam terutama ushuluddin dan ushul fiqh.

Al Qodhi Taqiyuddin an nabhani Rahimahullah mendefinisikan ushul fiqh   : 

فأصول الفقه هي القواعد التي يبتنى عليها الفقه

Ushul fiqh adalah kaidah-kaidah Syar'i yang dibangun diatasnya fiqih

(Asy Syakhshiyah al islamiyah juz III hal 12)

Setelah mendeskripsikan fakta secara lengkap Maka perlu dilakukan tahqiqul manath agar dapat memahami fakta dengan benar. Selanjutnya dilakukan Pengkajian dalil-dalil syar'i untuk mendapatkan hukum syara' yang paling tepat & benar terhadapnya

1. Pahmun nushus

Pemahaman terhadap ragam ma'ani dari aspek haqiqoh, kinayah dan majaz dengan berbagai alaqohnya serta derivasi (istiqo') lafadz. Begitu juga kedudukan antar lafadz seperti : Amm khosh, mutlak muqoyad, mujmal mubayyan, muhkam, mutasyabih, Nashikh, nasakh, manskhuh, riwayat Dan diroyahnya serta illat yang terkandung didalamnya. 

juga korelasi antar lafadz dalam tarkib dan jumal dari aspek qowaid nahwiyah, balaghah serta korelasi antar dalil dari sisi otoritatifnya dalam wajhul istidlal istimbat.

2. Khitob taklifi

Status hukum atas suatu benda atau perbuatan dalam islam seperti :  halal, haram, wajib, sunnah, mubah (jaiz) dan makruh ini merupakan khitob taklifi atau disebut juga ahkamul khomsah yang menjadi standar amal setiap muslim (miqyasul amal)

3. Khitob wadh'i 

Ringkasnya Tata cara pelaksanaan hukum syara' diatur dalam khitob wadh'i yang berfungsi sebagai mekanisme terlaksana (berlaku) atau tidaknya suatu hukum syara'.

Mekanisme (kaifiyah) penerapan khitob taklifi : Sah, batal, fasid, mani', 'azhimah, sabab, rukshoh, illat dan seterusnya.

Disinilah Al allamah Taqiyuddin Annabhani Rahimahullah menjelaskan penting dan wajibnya belajar Fiqih (Dirosatul fiqih) untuk memahami dan mengamalkan Syariah : 

معرفة الأحكم الشرعية التي تلزم المسلم في حياته فرض عين على كل مسلم، لأنه بأن يقوم بأعماله حسب أحكام الشرع

Mengetahui hukum-hukum syariah yang dibutuhkan dalam kehidupan seorang muslim ialah fardhu 'ain. sebab setiap muslim diperintahkan untuk beramal sesuai hukum syara' ( Asy syakhsiyah al islamiyah juz 2 hal 8 )

3. Mengenal fiqih

Dari uraian singkat diatas tentulah kaum Muslimin yang awam tidak bisa berijtihad  sendiri untuk mendapatkan hukum syara'. Namun umat Islam membutuhkan fiqih yang diistinbat oleh para mujtahid.

Al Qodhi Taqiyuddin annabhani Rahimahullah mendefinisikan fiqih :

الفقه هو العلم بالأحكام الشرعية  العملية المستنبطة من الأدلة التفصيلية

Fiqih ialah ilmu terhadap hukum-hukum Syariah yang bersifat praktis yang digali dari dalil-dalil yang terperinci

(Asy Syakhshiyah al islamiyah juz 3 hal 12)

para imam mujtahid dan murid-muridnya mengumpulkan kodefikasi berbagai hukum Syara' melalui ijtihadnya didalam kitab-kitab fikih islam. Lalu mengajarkannya dengan bersanad secara talaqy untuk menjaga Validasi (kemurnian) hukum dan tsaqofahnya. Maka hendaknya Kita semakin tekun, giat dan bersemangat lagi talaqy turost, fiqih dan ushulnya agar Kita bisa benar dalam beramal sholeh serta lebih berhati-hati dan Selamat dari kekeliruan dalam beribadah dan berfatwa eeehh berdakwah...

Sebab setiap hukum syara' berlaku atau berjalan pada Ruang lingkup waqi'nya sehingga bila terjadi perbedaan atau perubahan fakta. maka dibutuhkan kembali tahqiqul manath yang baru atau lebih lanjut lagi untuk mendapatkan hukum yang benar terhadapnya, sehingga tidak boleh seorang Muslim mengeneralisir (pukul rata) suatu hukum atas manath yang berbeda. 

Al allamah Taqiyuddin alhisni menukil dari imam Sufyan bin uyainah Rahimahumallah : 

لم يعط أحد بعد النبوّة أفضل من العلم و الفقه فالدّين

Tidaklah diberikan kepada seorang pun setelah nubuwah (kenabian) yang  lebih utama dari pada ilmu dan Fiqih didalam Agama ( kifayatul akhyar  hal 16 Dar 'alamiah )

Waallahul muwafiq ila aqwamit thoriq